Rabu, 20 April 2016

Ilmu Sosial Budaya Dasar

Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Oleh: Muhammad Aulia Iskandar Muda

A. HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia adalah salah satu makhluk Tuhan di dunia. Makhluk Tuhan di alam fana ini ada empat macam, yaitu alam, tumbuhan, binatang dan manusia. Sifat-sifat yang dimiliki keempat makhluk Tuhan tersebut sebagai berikut.
1. Alam memiliki sifat wujud
2. Tumbuhan memiliki sifat wujud dan hidup
3. Binatang memiliki sifat wujud, hidup dan dibekali nafsu
4. Manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu, serta akal budi

Pengantar Ilmu Sejarah

KESADARAN SEJARAH
Oleh: Muhammad Aulia Iskandar Muda
NIM: 1501075015

Sejarah, (dari Bahasa Arab syajara, yang berarti “terjadi”, syajarah berarti “pohon”, syajarahan-nasab “berartipohonsilsilah”; Bahasa Inggris history; Bahasa Latin dan Yunani historia; BahasaYunani historatauistor berarti “orang pandai”).

Selasa, 12 April 2016

Wisata Museum

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Museum Perumusan Naskah Proklamasi merupakan tempat yang bersejarah dan sangat penting bagi bangsa Indonesia Karena memiliki nilai sejarah,  mulai dari tempat ini bangsa Indonesia merumuskan Naskah Proklamasi untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.
Peristiwa Perumusan Naskah Proklamasi terjadi di gedung bekas kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda yang pada waktu itu bernama jalan Meiji Dori No. 1 Jakarta dan kini menjadi Jalan Imam Bonjol No. 1. Peristiwa ini merupakan salah satu rangkaian sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia karena peristiwa itu tidak dapat di pisahkan dari peristiwa Proklamasi.

Kerajaan Mataram Kuno

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Kerajaan Mataram kuno adalah kerajaan zaman hindu yang banyak meninggalkan sejarah melalui prasasti yang ditemukan. Sejak abad 10 kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur dimulai dari pemerintahan Mpu Sindok yang kemudian di gantikan oleh Sri Lokapala. Selanjutnya adalah Makuthawangsa Wardhana, terakhir adalah Dharmawangsa Teguh sebagai penutup Kerajaan Mataram Kuno atau medang.

Pendidikan Agama Islam

BAB I PEMBAHASAN

     A.    Mengapa manusia membutuhkan agama

Pada prinsip nya manusia membutuhkan agama untuk menuntunnya mencapai kebahagiaan. Manusia memerlukan bimbinganTuhan dalam menjalani keseharian hidupnya yang senantiasa diwarnai oleh keadaan dan ujian yang tak menentu. Kehidupan manusia selalu diwarnai oleh pergantian antara sukses dan gagal, menang dan kalah, tenang dan resah, gembira dan susah, cinta dan benci dan seterusnya.
Kebutuhan manusiaakan agama sesungguh nya sejalan dengan “natur” kecenderungan manusia sendiri yang selalu ingin mencari kebaikan dan kebenaran. Memang manusia pada hakikat nya ingin melakukan hal yang baik-baik, atau juga yang terbaik, untuk diberikan kepada saudaranya sesama manusia lainnya. Tingkah laku demikian tidak hanya cocok dengan ajaran agama dalam arti sempit, namun juga sangat sesuai dengan nilai-nilai  universal.

Sejarah Asia Tenggara

BAB I
Pendahuluan

Wilayah Asia Tenggara memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan mempunyai suku yang bermacam-macam juga. Karena wilayah ini bercampurnya dua kebudayaan besar yaitu India dan China. Wilayah ini terkenal dengan alamnya yang subur dan kekayaan alamnya yang luar biasa. Berbagai bangsa ingin sekali menaklukkan daerah ini dari mulai bangsa India, China, Mongol dan Eropa. Bertahun-tahun mereka berusaha menggapai wilayah ini dan mereka akhirnya berhasil menduduki wilayah-wilayah di kawasan ini dan membagi-baginya. Kalau penulis boleh bilang, Eropa maju seperti sekarang ini karena kekayaan dari kawasan ini, kalau seandainya mereka belum mencapai wilayah ini mungkin keadaan mereka jauh tertinggal dari kebudayaan Asia.
Penemuan wilayah Asia Tenggara juga tidak lepas dari jatuhnya kekaisaran Romawi Timur terakhir pada tahun 1453 oleh Sultan Mehmed II, sultan dari Kesultanan Turki Ottoman. Karena Kesultanan Turki Ottoman menguasai Laut Tengah yang merupakan sentral perdagangan 3 benua; Asia, Eropa dan Afrika maka Eropa memutuskan untuk mencari jalan sumber-sumber perdagangan itu sendiri dan membuat koloni-koloni untuk memperkuat negara asal mereka.
Wilayah Asia Tenggara selain melimpah SDA nya juga dikenal mempunyai iklim tropis karena dekat sekali dengan garis khatulistiwa khususnya negara kita, Indonesia. Karena wilayah Eropa begitu dingin maka banyak wisatawan asing berkunjung ke kawasan ini khususnya daerah pantai karena pantai di wilayah ini tidak dapat ditemukan suasananya seperti kebanyakan daerah-daerah di Eropa. 

Senin, 29 Februari 2016

Mengapa Kita harus berterima kasih kepada AS dan Sekutu-sekutunya pada kemerdekaan Indonesia?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perang Dunia ke-2 sudah dimulai, Hitler sebagai pemimpin Nazi Jerman terus menyerang Polandia, dan membagi negara itu dengan Uni Soviet. Inggris dan Perancis pun menyatakan perang dengan segera.

Jerman kemudian menduduki Denmark, Norwegia serta Belanda. Hal inini memicu kepanikan di seantero Belanda bahkan ratu Juliana mengungsi ke Inggris. Sementara jajahan Belanda di Asia Tenggara yaitu Indonesia ditinggal dalam ketidakpastian.


Jepang bersama Italia dan Jerman telah menandatangani pakta 3 negara yang mengijinkan Jepang menduduki semua jajahan Sekutu di Asia Pasifik. Jepang pun mulai menyiapkan menyerang Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. AS kalah telak karena tidak siap. Hal ini memicu keterlibatan AS dalam Perang Dunia II.


Setelah itu Jepang secara cepat menduduki Filipina, IndoChina, Myannmar, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Di Filipina, tentara AS yang bertahan mati-matian, akhirnya tidak mampu bertahan dan kalah. Douglas MacArthur, pemimpin AS yang terkenal mengeluarkan kata " I will return".


Indonesia yang menjadi sasaran empuk akhirnya jatuh pada tahun 1942. Kedatangan Jepang disambut gembira karena dianggap mengalahkan Belanda, sang penjajah. Namun ternyata Jepang lebih kejam daripada Belanda. Rakyat Indonesia dijadikan pekerja paksa (romusha), wanitanya dijadikan pemuas nafsu tentara Jepang dan berbagai kekejaman lainnya.


Minggu, 09 September 2012

Asal Mula Kota Sabang dan Pulau Weh


Tak banyak literatur yang bisa diperoleh untuk menjelaskan asal-usul Kota Sabang. Legenda yang beredar di masyarakat Sabang, yang terletak di Pulau Weh, pulau itu dulunya bersatu dengan daratan Sumatera. Namun, akibat gempa bumi, ribuan bahkan belasan ribu tahun lampau, pulau ini terpisah dengan daratan. Begitu juga dengan pulau-pulau di sekitarnya, Seperti Pulau Rondo, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Klah.

Sekitar tahun 301 sebelum Masehi, seorang Ahli bumi Yunani, Ptolomacus berlayar ke arah timur dan berlabuh di sebuah pulau tak terkenal di mulut selat Malaka, pulah Weh! Kemudian dia menyebut dan memperkenalkan pulau tersebut sebagai Pulau Emas di peta para pelaut.

Pada abad ke 12, Sinbad mengadakan pelayaran dari Sohar, Oman, jauh mengarungi samudera melalui rute Maldives, Pulau Kalkit (India), Sri Langka, Andaman, Nias, Weh, Penang, dan Canton (China). Sinbad berlabuh di sebuah pulau dan juga menamainya Pulau Emas, pulau itu yang dikenal orang sekarang dengan nama Pulau Weh.

Senin, 14 November 2011

Asal Mula Kota Wonogiri

Pada zaman Kerajaan Demak ada seorang pertapa sakti bernama Ki Kesdik Wacana. Dia tinggal menyendiri di salah satu gua yang termasuk dalam jajaran Pegunungan Seribu. Pegunungan ini dikelilingi hutan yang  penuh dengan pepohonan lebat dan alam yang indah. Tidak heran jika penguasa Demak pada waktu itu menjadikan sebagai hutan wisata raja dan tempat perburuan binatang.

Pada waktu-waktu tertentu, datanglah rombongan raja dengan pengiring dan senopatinya. Mereka berburu binatang, terutama Rusa. Sebagian hasil dari perburuan itu ada yang dihabiskan di tempat dan sebagian lagi biasanya dibawa kembali ke istana. Bekas tempat pesta pora itu pada akhirnya menjadi sebuah desa yang sekarang dinamakan Desa Senang, yang berarti tempat untuk bersenang-senang. Sampai sekarang desa itu masih ada.

Pada suatu ketika Raja Demak mengirimkan seorang utusan bernama Raden Panji untuk menemui pertapa Ki Kesdik Wacana. Melalui utusannya, Raja meminta kepada Ki Kesdik Wacana untuk membawa beberapa ekor rusa untuk dijadikan sebagai binatang peliharaan di Istananya. Ki Kesdik Wacana menyanggupi permintaan Raja.

Dengan kesaktiannya Ki Kesdik Wacana memasukkan rusa-rusa itu dalam bumbung, rongga pada ruas pohon bambu petung dan kemudian disumbat. Bumbung tersebut kemudian diserahkan kepada Raden Panji disertai dengan pesan khusus.